Wednesday, November 16, 2022

Cara Merawat Kucing Persia

 Apakah kalian memiliki kucing persia? Berikut ini adalah cara untuk merawat kucing persia


1. Beri Makanan yang Sehat dan Bergizi

Cara pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan Anda selalu memberikan kucing persia Anda makanan yang sehat dan bergizi. Anda perlu mengetahui bahwa kucing persia menyukai makanan berprotein. Tidak hanya itu, Kucing persia juga membutuhkan protein tiga kali lipat dari omnivora.


2. Berikan Vitamin Tambahan

Kucing persia pada umumnya memiliki antibodi yang lemah sehingga membutuhkan suplemen dan vitamin tambahan untuk kelangsungan hidupnya. Terlebih suplemen seperti vitamin untuk bulu yang sangat diperlukan untuk ras kucing berbulu panjang seperti persia.


3. Rutin Beri Vaksin 

Pemberian vaksin pada kucing persia Anda sangat penting dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuhnya dari serangan virus dan penyakit lainnya. Anda bisa memberikan vaksin setiap tahun sekali. Sebelum memberikannya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan untuk mengetahui jenis vaksin yang tepat.


4. Rutin Memotong Kukunya

Kuku kucing persia terutama bagian cenderung memanjang lebih cepat. Bila dibiarkan, maka kakinya ini berpotensi akan melukai mereka atau pemiliknya. 


Oleh karena itu, Anda harus memotong kukunya secara rutin terutama bagian depan setiap beberapa minggu sekali.


5. Membersihkan Telinga Kucing Secara Rutin

Ketika neneluara kucing persia, perhatikan juga kebersihan telinga nya. Telinga kucing persia pada umumnya lebih kecil dan halus dibandingkan rasa kucing lainnya. Alhasil, kucing persia lebih rentan terhadap infeksi telinga.  


Oleh karena itu, Anda perlu mengecek secara rutin apakah ada kotoran dan minyak di dalam telinga kucing Anda. Bila Anda menemukannya, berarti Anda harus segera membersihkannya.

Ciri Kucing Stres dan Cara Terbaik Menanganinya

 Berikut ciri-ciri kucing stres lainnya yang bisa kamu kenali, yaitu:


1. Pipis sembarangan

Saat melihat kucing peliharaanmu pipis sembarangan, jangan langsung kesal atau marah. Kondisi ini bisa menjadi salah satu ciri kucing stres atau sedang menderita penyakit tertentu, seperti infeksi saluran kemih.


2. Menggaruk tubuhnya secara berlebihan

Apabila kucingmu terlalu sering menggaruk tubuhnya, bisa jadi hal tersebut menunjukkan bahwa ia sedang stres. Namun, tak hanya stres, kebiasaan ini juga bisa disebabkan oleh penyakit kulit pada kucing, seperti infeksi kutu, jamur, atau dermatitis.


3. Menjilat tubuhnya secara berlebihan

Menjilat tubuh merupakan salah satu cara kucing merawat dan membersihkan dirinya. Namun, jika kucingmu menjilat tubuhnya secara berlebihan, bahkan hingga bulunya rontok, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa ia sedang stres.


4. Mengalami gangguan pencernaan

Stres bisa membuat kucingmu mengalami masalah pencernaan, misalnya diare, sembelit, dan sering terlihat rewel ketika buang air besar. Jika kucingmu mengalami gangguan pencernaan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera periksakan ke dokter hewan agar kondisinya bisa ditangani.


5. Mengeong terus-menerus

Mendengar suara kucing mengeong terkadang membuatmu merasa lebih tenang dan senang. Namun, kamu perlu waspada, jika kucing peliharaanmu mengeong terus-menerus atau berlangsung dalam waktu yang lama.


Ini bisa menjadi tanda bawa kucingmu sedang dalam keadaan panik atau cemas, terlebih jika suara meongnya tidak seperti biasa.

Cara Menjinakkan Kucing

 Pernahkah kalian mengadopsi kucing yang galak? Berikut cara-cara untuk menjinakkannya

1. Berikan waktu untuk beradaptasi

Saat pertama kali membawa kucing pulang ke rumah, berikan mereka kesempatan untuk beradaptasi dan mengenal lingkungan barunya


2. Membiarkannya melakukan pendekatan terlebih dahulu

Pada dasarnya, kucing memiliki sifat penasaran yang tinggi. Jika kamu membiarkannya, ia akan lebih tertarik untuk mencari tahu dan menghampiri dengan sendirinya. 


2. Membiarkannya melakukan pendekatan terlebih dahulu

Pada dasarnya, kucing memiliki sifat penasaran yang tinggi. Jika kamu membiarkannya, ia akan lebih tertarik untuk mencari tahu dan menghampiri dengan sendirinya. 


4. Hindari membuatnya takut atau gugup

Selanjutnya, hindari membuat tingkah atau suara yang membuat kucing ketakutan, seperti suara teriakan, musik yang terlalu kencang, membanting, dan suara keras lainnya. Hal tersebut akan membuat kucing langsung kabur dan mencari tempat bersembunyi.


Saat memelihara kucing, usahakan untuk tidak membentaknya dan membuat suara terlalu berisik di rumah. Bersikaplah dengan lembut agar kucing merasa nyaman bersama kamu


5. Hargailah ruangnya untuk bergerak

Bila kucing sudah mulai percaya, bukan berarti kamu dapat selalu bermain bersamanya ya, teman-teman.


Ada kalanya kamu harus membiarkan mereka sendiri untuk bersembunyi saat merasa takut, gugup, atau lelah. Buatkan kandang kucing yang nyaman dan bersih sebagai tempatnya bersembunyi.


Jika kamu mengganggu ruang geraknya, kucing bisa menjadi sangat galak karena ingin melindungi diri mereka sendiri.

Kucing Busok, Kucing Ras dari Indonesia


Apakah ada ras kucing asli Indonesia yang juga jadi incaran para pecinta kucing?


Baru-baru ini, kucing Busok atau Raas tengah jadi perbincangan. Kucing Busok menjadi satu-satunya kucing ras asli Indonesia. Kucing ini juga telah diakui secara internasional oleh World Cat Federation (WFC).


Ciri dan harga

Kucing Busok disebut memiliki ciri yang cukup khas. Salah satunya ada pada ekornya yang sangat pendek tapi bisa berdiri tegak ke atas

Ciri lainnya adalah bentuk wajah persegi bagian atas, tapi lancip di bagian bawah. Sekilas, kucing Busok memiliki garis wajah mirip leopard, tapi dengan bentuk tubuh kucing kampung atau kucing domestik

Warna bulu kucing Busok atau Raas ini umumnya abu-abu polos kebiruan. Bulunya juga sedikit lebih tebal jika dibandingkan dengan kucing kampung atau domestik lainnya

Karena sudah diakui secara internasional, satu ekor kucing Busok dihargai cukup mahal, yakni sekitar Rp2-3 juta

5 Fakta Unik Mengenai Kucing

5 Fakta Unik Tentang Kucing

1. Tidak Bisa Merasakan Manis

Mengejutkan, bukan? Ternyata kucing merupakan hewan mamalia yang tidak bisa mengenali rasa manis. Padahal setiap mamalia memiliki gen yang bisa menerima rasa manis, lho teman-teman.


Biasanya hewan mamalia memiliki reseptor di ujung sel perasa bernama T1R2 dan T1R3 untuk merasakan manis. Namun, sel perasa tersebut tidak berfungsi dengan baik pada kucing. Nah, itulah alasan mengapa kucing sebagai hewan mamalia tidak bisa merasakan manis.


2. Menghabiskan 70% Hidupnya untuk Tidur

Kucing kerap dijuluki sebagai hewan peliharaan pemalas. Kalian pasti lebih sering melihatnya tidur daripada bermain, bukan? Ya, kucing ternyata bisa menghabiskan waktu hanya untuk tidur selama 15-20 jam per hari.


Wah, lama juga, ya. Mengapa kucing menghabiskan 70% hidupnya hanya untuk tidur? Kucing sebagai hewan predator kecil yang hidup di tengah-tengah manusia membutuhkan tenaga lebih untuk berburu. Tidur menjadi salah satu cara kucing untuk menyimpan energinya.


3. Memiliki Gen 95,6% Sama dengan Harimau

Kucing yang senang mengendus, mengintai, dan menerkam mangsanya ternyata memiliki gen 95,6% dengan harimau. Hal tersebut membuat perilaku kucing kurang lebih sama dengan harimau.


4. Dapat Berlari dengan Sangat Cepat

Dalam keadaan terancam, kucing rumahan yang kerap kita temui dapat berlari dengan sangat cepat. Kemampuan kucing dalam urusan kecepatan tak perlu diragukan lagi. Kucing berlari untuk menangkap hewan atau menghindar dari berbagai ancaman berbahaya yang akan menimpa dirinya.


5. Kucing Tertua di Dunia Hidup Selama 38 Tahun

Kucing sebagai mamalia crepuscular memiliki rata-rata umur antara 12-15 tahun. Seekor kucing di Austin, Texas, Amerika Serikat dinobatkan sebagai kucing tertua di dunia yang hidup dengan umur 38 tahun lebih 3 hari.

Sekian dulu ya dari saya, sampai berjumpa lagi!

Cara Merawat Kucing Persia

 Apakah kalian memiliki kucing persia? Berikut ini adalah cara untuk merawat kucing persia 1. Beri Makanan yang Sehat dan Bergizi Cara perta...